Keuangan Jiwasraya Kian Terpuruk

Aria menyebutkan sampai 31 Oktober 2020, keseluruhan nasabah Jiwasraya terdaftar sekitar 2,59 juta nasabah yang mencakup 308.961 nasabah retail dengan nilai Rp 10,2 triliun; 2,26 juta nasabah korporasi sebesar Rp 24,4 triliun; dan, 17,459 nasabah Bancasurance sebesar Rp 16,8 triliun. agen bola online terpercaya

“Kita mengabil pilihan restrukturisasi berdasar saran dari nasabah melalui komisi VI,” tutur Aria seperti dicatat, Selasa (1/12/2020).

Aria menjelaskan DPR dan pemerintahan memiliki dua pilihan lain dalam usaha pengamanan Jiwasraya, kecuali bail in yang dikerjakan lewat Pelibatan Modal Negara (PMN) lewat pembangunan IFG Life. Pertama yakni bail out. Aria menyebutkan pilihan ini tidak bisa dikerjakan sebab tidak ada ketentuan atau payung hukumnya. Sesaat opsi ke-2 adalah bangkrut yang tidak jadi opsi ingat akan bikin rugi nasabah.

“Ini mempunyai imbas sosial dan politik yang berarti. Disamping itu ada juga imbas ekonomi,”

Pilihan bail in, kata Aria, bisa membuat keuntungan lewat perusahan baru. Aria menerangkan Jiwasraya akan lakukan restrukturisasi dan rekonsilasi nilai. Ini dikerjakan supaya Jiwasraya tidak mewariskan permasalahan pada persuhaan baru sesudah trasfer nasaba dikerjakan.

“Pilihan ini dikerjakan dengan PMN sejumlah Rp 20 triliun. Jiwasraya putra tidak bisa divestasi karena itu perlu dana jadi Rp 22 triliun yang mencakup 12 triliun lewat surat hutang, dan Rp 10 triliun lewat BPUI dengan brijing. Setoran IFG Life Rp 26,7 triliun,” sambungnya.

Aria menerangkan, pola restrukturisasi yang dibikin sudah memberikan selengkapnya nilai nominal, periode waktu angsuran dari IFG life. Aria optimis vaving rencana dapat dibalikkan 100 %, tetapi waktunya lebih panjang.

Updated: January 9, 2021 — 5:04 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *