Serapan Belanja Negara Hingga Akhir

 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan resapan berbelanja negara sampai akhir 2020 tidak sampai 100 % atau cuman 96,4 %. Ini sama dengan Rp 2.639,8 triliun dari batas Perpres 72/2020 sejumlah Rp 2.739,2 triliun.  situs slot online

“Anggapan keseluruhan berbelanja Rp 2.639,8 akan tereksekusi dengan resapan anggapan berbelanja negara capai 96,4 %,” tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Pertemuan Jurnalis Taktik Implikasi APBN 2021, Selasa (1/12/1010).

Secara kuartalan, Menkeu menarget realisasi berbelanja negara pada kuartal IV ialah Rp 798,7 triliun. Rinciannya, berbelanja K/L sejumlah Rp 421,2 triliun dan berbelanja non K/L Rp 243,7 triliun, dan TKDD Rp 122,8 triliun.

Dalam catatannya, Menkeu menjelaskan realisasi berbelanja negara s/d Oktober 2020 capai Rp 2.041,8 triliun, atau 74,5 % dari batas Perpres 72/2020. Berarti, tersisa berbelanja yang belum terealisasi (November dan Desember) sejumlah Rp 598,0 triliun.

Realisasi bujet program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menangapi wabah Corona Covid-19 sampai 25 November 2020 capai Rp 431,54 triliun. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, realisasi itu sama dengan 62,1 % dari batas Rp 695,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menulis, ada peningkatan realisasi bujet PEN bila dibanding dengan status 4 November kemarin. Di mana saat itu, realisasi bujet baru 54,1 % atau sama dengan Rp 276,17 triliun.

“Sekarang ini dari program perbaikan perekonomian nasional dan pengatasan Corona covid-19 yang terdaftar Rp 695 triliun, sejumlah Rp 431 triliun telah terealisasi,” tutur Sri Mulyani dalam pertemuan jurnalis di BNPB, Jakarta, Senin (30/11/2020).

Updated: January 9, 2021 — 5:04 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *